//
you're reading...
Pendidikan

Taksonomi Tujuan Pembelajaran

Arti Tujuan Pembelajaran

Tujuan merupakan tujuan perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu (Mager, 1962)

Tujuan pembelajaran merupakan suatu pernyataan spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Perilaku in berupa fakta yang konkret, dapat dilihat dan bukan fakta yang tersamar (Dejnozka dan Kapel , 1981 dan Kemp , 1977)

Tujuan pembelajaran merupakan suatu pernyataan yang jelas dan menunjukkan penampilan atau keterampilan siswa tertentu yang dihapakan dapat dicapai sebagai hasil belajar. (Percival dan Ellington, 1984)

Taksonomi Tujuan Pembelajaran

A. Wilayah Kognitif

Merupakan wilayah yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan sampai tingkat yang lebih tinggi yakni evaluasi. Wilayah kognitif ini terdiri atas enam tingkatan yang secara heirarkhis berurut dari dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sebagai berikut :

1. Tingkat Pengetahuan

Diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menghafal, mengingat, dan mengulang kembali pengetahuan yang pernah diterimanya.

2. Tingkat Pemahaman

Dimaknai sebagai kemampuan seseorang dalam mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya.

3. Tingkat Penerapan

Diartikan sebgai kemampuan seseorang dalam menggunakan pengetahuan dalam memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari – hari..

4. Tingkat Analisis

Dimaknai sebagai kemampuan sesorang dalam menggunakan pengetahuan dalam memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari – hari.

5. Tingkat Sintesis

Didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih meyeluruh.

6. Tingkat Evaluasi

Diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria atau pengetahuan miliknya.

B. Wilayah Afektif

Merupakan satu dominan yang berkaitan dengan sikap, nilai-nilai interes, apresiasi (penghargaan) dan penyesuain perasaan sosial. Tingkatan afeksi terdiri dari lima tahapan sebagai berikut :

1. Kemauan Menerima

Merupakan keinginan untuk memerhatikan suatu gejala atau rancangan tertentu seperti keinginan membaca buku, mendengar musik, atau bergaul dengan orang yang mempunyai ras yang berbeda.

2. Kemauan Menanggapi

Merupakan kegiatan yang menunjuk pada partisipasi aktif dalam kegiatan tertentu.

3. Berkeyakinan

Dalam hal ini berkaitan dengan kemauan menerima sistem nilai tertentu pada diri individu, seperti menunujukan rasa kepercayaan terhadap sesuatu, apresiasi (penghargaan) terhadap sesuatu, sikap ilmiah, atau kesungguhan (komitmen) untuk melakukan suatu kehidupan sosial.

4. Penerapan Karya

Berkenaan dengan penerimaan berbagai sistem  nilai yang berbeda – beda berdasarkan pada suatu sistem nilai yang lebih tinggi

5. Ketekunan dan Ketelitian

Merupakan tingkatan afeksi yang tertinggi. Pada taraf ini, individu yang sudah memiliki sistem nilai selalu menyelaraskan perilakunya sesuai dengan sistem nilai yang dipegangnya.

C. Wilayah Psikomotorik

Mencakup tujuan yang berkaitan dengan keterampilan (skill) dan bersifat manual atau motorik. Dengan urutan tingkatan dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks sebagai berikut :

1. Persepsi

Berkenaan dengan penggunaan indera dalam melakukan kegiatan

2. Kesiapan melakukan kegiatan

Berkenaan denga kegiatan melakukan sesuatu kegiatan (set). Termasuk di dalamnya mental set (kesiapan mental), physical set (kesiapan fisik) atau emotional set (kesiapan emosi perasaan) untuk melakukan suatu tindakan.

3. Mekanisme

Berkenaan dengan penampilan respons yang sudah dipelajari dan sudah menjadi kebiasaan sehingga gerakan yang ditampailkan menunjukkan suatu kemahiran.

4. Respon terbimbing

Seperti meniru (imitasi) atau mengikuti, mengulangi perbuatan yang diperintahkan atau ditunjukkan oleh orang lain, melakukan kegiatan coba – coba (trial and error)

5. Kemahiran

Adalah penampilan gerakan motorik dengan keterampilan penuh yang biasanya cepat, dengan hasil yang baik, tetapi menggunakan sedikit tenaga.

6. Adaptasi

Berkenaan dengan keterampilan yang sudah berkembang pada diri individu sehingga yang sudah bersangkutan mampu memodifikasi (membuat perubahan) pada pola gerakan sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu.

7. Originasi

Menunjukkan pada penciptaan pola gerakan baru untuk disesuaikan dengan situasi atau masalah tertentu

Format Menulis Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran mencakup tiga elemen utama (Mager, 1962)

  1. Menyatakan apa yang seharusnya dapat dikerjakan siswa selama belajar dan berkemampuan apa yang sebaiknya dikuasainya pada akhir/sesuadah pelajaran.
  2. Menyatakan kondisi dan hambatan yang ada pada saat mendemonstrasikan perilaku tersebut
  3. Perlu ada petunjuk yang jelas tentang standar penampilan minimum yang dapat diterima

Dengan demikian tujuan pembelajaran dinyatakan dalam bentuk audience (petatar, siswa, mahasiswa dan sasaran didik lainnya, behavior (perilaku yang dapat diamati sebgai hasil belajar), condition (persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai), degree (tingkat penampilan yang dapat diterima)

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: