//
you're reading...
Neuro Matematika

Emosi Negatif Matematika terhadap Otak Manusia

Ada dua pandangan terjadinya emosi

• Pandangan nativistik

Pandangan ini mengatakan bahwa emosi-emosi itu pada dasarnya merupakan bawaan sejak lahir.

• Pandangan empiristik

Pandangan ini mengatakan bahwa emosi dibentuk oleh pengalaman dan proses belajar

Dalam pandangan nativistik mengatakan bahwa manusia sejak lahir mempunyai enam dasar emosi yaitu Cinta, Kegembiraan, Keinginan , Benci, Sedih dan Kagum

Emosi adalah hasil persepsi seseorang terhadap perubahan – perubahan yang terjadai pada tubuh sebagai respon terhadap stimuli yang datang dari luar. Contoh klasik adalah “misalkan seseorang yang berada dalam hutan melihat seekor harimau maka reaksinya adalah darah makin cepat mengalir karena denyut jantung makin cepat, paru – paru pun lebih cepat memompa udara dan sebagainya. Respon tubuh tersebut kemudian dipersepsikan dengan timbulnya rasa takut, dimana rasa takut disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar. Orang yang bersangkutan dari hasil pengalaman dan meihat maupun mendengar cerita bahwa harimau adalah makhluk berbahaya , karena itu degub jantung yang hebat dipersepsikan sebagai rasa takut.

Ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh akibat terjadinya emosi yang kuat atau tinggi

1. Reaksi elektris pada kulit meningkat bila terpesona

2. Peredaran darah bertambah apabila cepat marah

3. Denyut jantung bertambah cepat bila terkejut

4. Bernafas panjang bila kecewa

5. Pupil mata membesar bila marah

6. Air liur mengering bila takut atau tegang

7. Bulu roma berdiri jika takut

8. Pencernaan terganggu (diare) kalau tegang

9. Otot menegang atau bergetar saat tegang atau takut

10. Komposisi darah akan ikut bertambah dalam keadaan emosi karena kelenjar-kelenjar ikut aktif

Jika dianalogi pengalaman klasik dalam proses belajar sering kali terjadi, bahkan pembentukan mind set seseorang pun terjadi karena berkembangnya opini yang mengarah kepada satu subjek dan subjek tersebut menjadi sebuah aksioma dalam pranata pendidikan. Kesulitan dalam belajar yang dialami seseorang pasda suatu subjek pembelajaran dapat menyebabkan terjadinya perubahan emosi baik secara langsung atau tidak langsung akan terekam dalam memori pada otak. Saat orang tersebut mendengar nama subjek pembelajaran yang dimaksud maka secara cepat otak kita me-recall kembali pengalaman emosional. Sebagai contoh mathematics apa yang ada dalam pengalam emosi seseorang yang sudah menyelesaikan pendidikannya tentang mathematics sangat banyak yang berkata “tidak..!!!” ini adalah suatu proses pengkerdilan, pengikisan dan pelemahan emosi pada kekuatan otak kita sehingga terjadinya emosi negatif matematika terhadap perubahan perilaku seseorang. Perubahan perilaku atau behavior merujuk pada fungsi otak manusia dan interkasi dengan lingkungan serta bagian lain tubuh. Berdasarkan fungsi kortikal mencakup beberapa domain attention, language, memory, visuospatial and executive function. Perubahan perilaku emosi negatif matematika dalam persepsi neurosains matematika dapat menyebakan kelainan fungsi neuorology, dimana neurobehavior mengacu pada gangguan bahavior atau perilaku. Emosi negatif matematika muncul akibat ketidakmampuan seseorang dalam memahami dan meyelesaikan struktur jaringan matematika atau mind mapping matematika. Struktur jaringan mateamtika melatih seseorang untuk

  1. Kemampuan berkonsentrasi. Berkonsentrasi penuh dalam elemen neurobehavior masuk pada domain attention. Dalam matematika proses logika berfikir dan logika simbolik memberikan modalitas kelancaran berbahasa (fluency), pemahaman (comprehension) dan pengulangan (repetition) pada pembelajaran aljabar diantaranya deret matematika dan lain-lain. Di dunia kedokteran gangguan atensi dapat menimbulkan penyakit (1) delirium (2) menigtis kronis (3) peninggian tekanan intrakranial (4) lesi lobus pareietal (5) lesi lobus oksipal bilateral.
  2. Kemampuan konstruksional (matematika geometri) dalam elemen neurobehavior masuk pada domain visuospatial skill. Kemampuan kontruksional melatih seseorang untuk menggambar bentuk atau meniru gambar dan menyusun balok – balok (jejaring bagun ruang dan analitis bangun ruang) dalam pembelajaran materi dimensi–2 dan dimensi– 3. Di dunia kedokteran labus parietal hemisfer kanan mempunyai peran yang paling dominan dalam kemampuan konstruksi ini. Ganguan lobus parietal dapat menyebabkan penyakit-penyakit antara (1) stroke (2) penyakit Alzheimer (3) trauma lobus parietal (4) tumor lobus pareital
  3. Kemampuan deklaratif (logika matematika) dalam elemen neurobehavior masuk pada domain memory. Matematika mengajarkan seseorang untuk menghubungkan suatu fakta atau kejadian berangkat dari sebuah premis anteseden hingga konklusi. Pernyataan deklaratif dalam matematika antara lain konjungsi (dan) disjungsi (atau) implikasi (jika….maka) biimplikasi (jika hanya jika) serta silogisme modus tollens, modus ponens, melatih seseorang tentang (1) memori deklaratif (explicit) diantaranya memori episodic yaitu memori untuk kejadian personal yang khusus dan memori semantic yaitu memori untuk fakta, prinsip dan aturan yang mewakili kemampuan pengetahuan umum dan (2) merory prosedural (implicit) mencakup memori untuk keterampilan yaitu skill, priming dan conditioning. Kegagalan rekol dalam memory (recall failure) dapat berupa (1) atensi buruk (poor attention) yaitu gangguan regristrasi dan enkoding (2) simpanan buruk (poor storage) yaitu mudah lupa, rekol buruk rekognisi buruk (3) ritrival buruk (poor retrieval) yaitu rekol buruk rekognisi baik. Dalam dunia kedokteran gangguan memory dapat menyebabkan (1) atensi buruk :delirium (2) amnesia antara lain Alzheimer, trauma kapitis (3) retrieval deficit syndrome antara lain kelainan lobus frontal
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: