//
you're reading...
Pendidikan

STRATEGI DAN PENDEKATAN REMEDIAL

Sasaran akhir pengajaran remedial adalah sama dengan pengajaran pada umumnya, yaitu membantu murid dalam batas-batas normalitas tertentu agar dapat mengembangkan diri seoptimal mungkin sehingga mencapai tingkat penguasaan tertentu, sekurang-kurangnya sesuai dengan batas kriteria keberhasilan yang dapat diterima (minimum acceptable performance). Mengingat secara empirik sasaran tingkat strategis itu tidak selamanya dapat dicapai dengan pendekatan sistem pengajaran konvensional, maka perlu dicari upaya pendeketan strategis lainnya. Strategi dan pendekatan remedial diklasifikasikan menjadi tiga yaitu :

1.Strategi dan Pendekatan Pengajaran Remedial Yang Bersifat Kuratif

Pengajaran remedial dapat dikatakan bersifat kuratif apabila dilakukan setelah berlangsungnya program belajar mengajar sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Program proses belajar mengajar tersebut meliputi program untuk tiap pertemuan, untuk satuan (unit) Bahan Pelajaran atau satuan waktu tertentu (mingguan, bulanan,semester dan sebagainya). Strategi dan pendekatan teknik ini diberikan kepada murid secara empirik yang menunjukkan kesulitan belajar tertentu (prestasi lemah, kurang mampu melaksanakan penyesuaian) yang diprediksikan atau diduga akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu program studi tertentu yang akan ditempuhnya. Pendekatan kuratif tindakan remedial berpangkap dari hasil post test diagnostic berdasarkan data-data hasil tes sumatif.

Adapun yang menjadi sasaran pokok pengajaran remedial yang bersifat kuratif adalah :

  • Murid yang prestasinya jauh dibaah kriteria keberhasilan, diusahakan pada suatu saat tertentu dapat mencapai kriteria keberhasilan minimal tersebut
  • Murid yang masih kurang sedikit dari keberhasilan minimal diupayakan suatu saat dapat disempurnakan

Untuk mencpaai sasaran-sasaran pokok tersebut para ahli psikologi pendidikan telah mengembangkan beberapa teknik pendekatan yaitu pendekatan pengulangan (repeatition),  pengayaan (enrichment) serta kecepatan (accelleration) yang secara visual dalam bagan berikut :

a.Pendekatan Pengulangan (repeatition)

Sejalan dengan diagnosisnya, pengulangan terdiri dari beberapa tingkatan :

  • Pada setiap akhir jam pertemuan tertentu
  • Pada setiap akhir unit (satuan bahan) pelajaran tertentu
  • Pada akhir setiap satuan program studi (triulan /semester)

Pengajaran remedial dapat diberikan dan diorganisasi secara individual maupun secara kelompok. Secara individual apabila ternyata murid mempunyai jenis/lokasi/sifat kesulitan belajar yang sama. Ada beberapa kemungkinan waktu dan cara pelaksanaan pengajaran remedial yaitu :

  • Dilaksanakan pada pertemuankelas biasa, jika memang sebagian besar anggota kelas mengalami kesulitan yang serupa, di mana : 1) bahan pelajaran dipresentasikan kembali;  2)  diadakan latihan/penugasan soal kembali yang bentuknya sejenis dengan soal terdahulu; 3) diadakan pengukuran dan penilaian kembali untuk mendeteksi hasil peningkatannya ke arah keberhasilan yang diharapkan.
  • Dilakukan di luar jam pertemuan biasa, jika yang mengalami kesulitan belajar itu hanya seorang  murid atau sejumlah murid tertentu.
  • Dilaksanakan pada kelas remedial (khusus bagi murid), yang mengalami kesulitan belajar tertentu, dimana : 1) murid lain belajar dalam kelas biasa, sednagkan murid tertentu belajar dengan mendapatkan bimbingan khusus dari guru yang sama atau guru mata pelajaran sampai yang bersangkutan mencapai tingkat penguasaan tertentu untuk kemudian bersama-sama lagi dengan teman-temannya dikelas biasa; 2) dilakukan pengulangan secara total, jika ternyata murid yang bersangkutan prestasinya sangat jauh dari batas kriteria keberhasilan minimal yang kita kenal sebagai tinggal kelas

b.Pengayaan dan Pengukuhan (enrichment and reinforcement)

Layanan pengayaan diberikan kepada murid yang mempunyai kelemahan ringan, dengan materi program pengayaan bersifat :

  • Ekuivalen (horizontal) dengan program proses belajar mengajar utamanya sehingga nilai bobot kredit dapat perhitungkan bagi murid yang bersangkutan
  • Sekedar suplementer terhadap program proses belajar utama tanpa menambah bobot kredit tertentu yang penting dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilanbagi murid yang relatif lemahdan memberikan kesibukan kepada murid yang cepat belajar untuk mengisi kelebihan aktunya dibandignkan teman-teman sekelasnya

Adapun teknik pelaksanaannya adalah : guru memberikan tugas/soal pekerjaan ruah kepada murid-murid yang relatif lemah, sedangkan kepada murid-murid yang cepat belajarnya tugas yang diberikan guru harus dikerjakan di kelas itu juga, sementara murid-murid lain mengerjakan proses belajar mengajar utamanya. Sebaliknya guru memeriksa dan memperhitungkan dengan pemahaman bobot kredit apabila memberikan pekerjaan rumah atau tugas tambahan

c.Kecepatan (acceleration)

Pelayanan akselerasi diberikan kepada murid berbakat yang menunjukkan kesulitan psikososial yaitu dengan jalan mengadakan akselarasi atau promosi kepada program utama berikutnya yang lebih tinggi dengan dua kemungkinana cara pelaksanaannya :

  • Promosi penuh status akademisnya ke tingkat yang lebih tinggi  sebatas kemungkinannya menunjukkan keunggulan yang menyeluruh dari program studi yang ditempuhnya dengan luar biasa. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara “placement test” dari tingkat yang akan dimasuki.
  • Maju berkelanjutan (continous progress)  pada beberapa bidang studi tertentu dimana kasus sangat menonjol dapat diberikan layanan dengan program pelajaran yang lebih tinggi sebatas kemampuannya dan status akademisnya tetap bersama-sama teman seagkatannya.

Ketiga teknik pendekatan yang bersifat kuratif tersebut diadministrasikan secara efektif guna keperluan peningkatan prestasi akademis maupun kemampuan penyesuaiannya mungkin berangsur-angsur dapat dikurangi dalam lingkungan dan sistem persekolahan.

2.Strategi dan Pendekatan Pengajaran Remedial Yang Bersifat Preventif

Sasaran pokok dari pendekatan preventif adalah berupaya sedapat mungkin agar hambatan-hambatan dapat mencapai prestasi dapat diatasi dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan kriteria keberhasilan yang diterapkan, pendekatan revensit bertolak dari hasil pretest atau test of entering behaviors. Pendekatan preventif merupakan tindak lanjut dari pre teaching diagnostic. Berdasarkan hasil pre test teaching diagnostic ini maka secara garis besar murid dapat diidentifikasikan kedalam tiga kategori, yaitu ;

  • Mereka yang diperkirakan akan mampu menyelesaikan program proses belajar mengajar utama sesuai dengan waktu yang telah disediakan kategori normal rata-rata)
  • Mereka yang diperkirakan akan sanggup menyelesaiakn program lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan (murid yang cepat)
  • Mereka yang diperkirakan akan terlambat atau tidak akan menyelesaikan program sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan

Atas dasar perkiraan di atas, maka ada tiga alternatif kemungkinan teknik layanan pengajaran yang bersifat remedial :

a.Layanan Kepada Kelompok Belajar Homogen

Langkah pelayanan kelompok kepada kelompok belajar homogen dapat dijelaskan dalam bagan sebagai berikut :

Dari bagan diatas nampak bahwa setelah diadakan penilaian terhadap murid dikelompokkan ke dalam kelompok A (murid yang cepat), kelompok B (kemampuan murid rata-rata) dan kelompok C (kemampuan murid lambat) program kepada ketiga kelompok dengan ruang lingkup ekuivalen, tetapi diorganisasikan secara relatif berbeda. Perbedaan tersebut terletak dalam cara menerangkan, taraf kesukaran dalam memberikan tugas/soal, dan sebagainya. Misal murid yang termasuk kelompok A sudah tentu diberikan tugas/soal dengan taraf kesukaran dan jumlah relatif lebih banyak dari kelompok lainnya.

b.Layanan Pengajaran Individual

konsep dasar teknik layanan pengajaran individual sama dengan teknik layanan kepada kelompok belajar homogen yaitu peyesuaian layanan pengajaran yang disesusaikan dengan kondisi obyektif murid. Namun pada teknik layanan pengajaran individual secara fundamental diberikan kepada murid secara individual.

Langkah-langkah pengajaran individual secara visual digambarkan sebagai berikut :

Pada teknik pengajaran individual ini, setiap murid mempunyai waktu tersendiri. Ia mempunyai kebebasan melakukan konsultasi dengan guru atau pihak lain yang diperlukan degan tidak terikat keharusan mengikuti pelajaran seperti biasa di kelas. Namun ia terikat oleh batas  waktu akhir periode belajara yang telah ditetapkan.

Walaupun kegiatan belajar murid secara individual, tetapi masing-masing dari murid dituntut menempuh post test  atau tes sumatif tertentu diorganisasikan secara baku. Keperluan, program pengajaran individual, biasanya telah diorganisasikan dalam bentuk modul diman pada prinsipnya setiap murid mendapat layanan secara individual.

c.Layanan Pengajaran Secara Kelompok Dilengkapi Kelas Khusus Remedial dan Pengayaan

Teknik layanan ini dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut :

Pada teknik pertama (layanan kelompok belajar homogen) sejak awal sampai post test ataumasing-maisng murid mengikuti porgram A, B,atau C dan tidak terjadi perpindahan selama program berlangsung, tetapi pada teknik kegiatan ini pada prinsipnya murid berada dalam satu kelas yang samadengan mengikuti proses belajar mengajar utama yang sama pula. namun di samping itu kepada murid yang cepat belajarnya telah disediakan paket program pengayaan khusus, begitu pula kepada murid yang ternyata mempunai kesulitan-kesulitan tertentu telahdisediakan tepat/waktu dan program layanan remedial.

Setelah murid-murid selesai dengan program pengayaan atau program remedial, mereka kembali lagi ke dalam kelompok dan program belajar utama bersama-sama dengan teman sekelasnya. Pada akhirnya mereka juga harus menempuh post test secara bersama-sama pula. teknik pelayanannya dapat sama dengan teknik pertama yaitu dilakukan oleh beberapa guru dalam satu waktu yang bersamaan tau berada dan dapat pula dilakukan oleh guru yang sama pada saat yang berbeda asal program dan fasilitas teknisnya sudah dipersiapkan

3.Strategi dan Pendekatan Pengajaran Remedial Yang Bersifat Pengembangan (Development)

Pendekatan pengembangan merupakan tindak lanjut dari during teaching diagnostic atau berupaya  diagnosis yang dilakukan guru selama berlangsung program proses belajar mengajar.

Sasaran pokok dari strategi pendekatan pengembangan ini adalah agar murid mampu mengatasi kesulitan atau hambatan-hambatan yang mungkin dialami selama melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. Bantuan segera (intermediate treatment) dari saat ke saat selama berlangsungnya proses belajar mengajar. Pada akhirnya murid diharapkan akan dapat menyelesaiakan program secara tuntas sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan.

Pelaksanaan strategi pendektan pengembangan ini diperlukan adanya pengorganisasian program proses belajar mengajar yang sistematis seperti dalam bentuk sistem pengajaran berprogram, sistem pengajaran modul, self instrctional audiotutorial system dan sebagainya. Dengan demikian proses layanan diagnosis dan remedial itu dapat secara sekuensial dari unit ke unit secara teratur. Secara visual pendekatan pengembangan ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Dari bagan tersebut di atas menunjukkan bahwa ada rangkaian perkembangan diagnosis dan remedial yang berlangsung selama proses belajar mengajar, dari modul ke modul atau unit ke unit. Dalam hal ini guru harus mengadakan observasi atau memonitor selama proses belajar berlangsung kemudian tiap selesai tes formatif hendaknya diadministrasikan.

Informasi dari kedua aktivitas itu merupakan feed back (umpan balik) dari guru untuk segera mengadakan evaluasi diagnosis. Tindakan selanjutnya adalah guru segera melakukan bantuan remedial baik kepada murid secara kelompok maupun secara individual, tergantung pada pola proses belajar mengajar mana yang digunakan. Kegiatan proses belajar mengajar baru dilanjutkan kepada tingkat berikutnya (modul/ unit tertentu) apabila murid betul-betul telah menyelesaikan program terdahulu secara tuntas (sesuai kriteria keberhasilan yang ditetapkan)

Sudah barang tentu kalau program ini disajikan dalam bentuk modul, murid yang sudah dipandang memenuhi  tidak perlu saling menunggu temannya. Dengan perkataan lain bahwamurid yang bersangkutan sebaiknya diperkenankan maju ke tingkat program yang lebih tinggi. Kegiatan seperti dilakukan sepanjang satuan program yang lebih besar diselesaikan (tahunan, semester). Pada akhirnya selayaknya diadakan suatu tes yang menyeluruh (sumatif test)

About these ads

About Ali Sadikin Wear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 588 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: