//
you're reading...
Sosial Politik

PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK

A. Hakekat Keputusan Stratejik

1. Hubungan Manajemen Stratejik, Perencanaan Stratejik dan Keputusan Stratejik

Persaingan makin dinamis dan mengglobal. Teknologi, kependudukan, globalisasi dan perekonomian masing-masing memiliki kekuatan dorong yang mempengaruhi lingkungan organisasi. Untuk menghadapi perubahan yang cepat dan persaingan yang keras diperlukan cara baru yang handal, yaitu Manajemen Stratejik. Dalam kaitan ini perlu didefinisikan dahulu apakah yang dimaksud Strateji. Strateji ialah suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasarannya melalui hubungannya yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan. Definisi itu ditawarkan oleh Mc.Nichols yang dicuplik oleh J.Salusu, setelah mendalami makna strateji yang banyak disebut dalam berbagai kegiatan manajemen. Didepan kata stratejik akan terungkap kata: Berpikir stratejik, Manajemen Stratejik, Perencanaan Stratejik, Pengambilan Keputusan Stratejik,

Manajemen Stratejik menggabungkan pola berfikir stratejik dengan fungsifungsi manajemen meliputi perencanaan, penerapan dan pengawasan dan pengendalian. Perencanaan stratejik untuk mengembangkan rencana kegiatan atau aktivitas organisasi. Manajemen stratejik meliputi pengembangan rencana kegiatan sebagai penuntun organisasi pemda sewaktu berjuang untuk mencapai Visi, Misi dan Tujuan. Manajemen Stratejik merupakan penggabungan seni dan ilmu perumusan, penerapan dan evaluasi keputusan stratejik antar fungsi-fungsi yang memungkinkan sebauh organisasi mencapai tujuan masa mendatang. Perencanaan stratejik merupakan tulang punggung manajemen stratejik.

Perencanaan stratejik dan Renstra menyajikan langkah yang lebih sesuai dengan perkembangan yang mungkin dihadapi di masa datang. Jika pilihan telah dilakukan menjadi pegangan atau pedoman untuk mengambil keputusan alternatif. Inti sari perencanaan stratejik ialah kemungkinan mengenal secara sistimatis dari peluang dan ancaman di masa depan. Perencanaan stratejik merupakan proses. Proses ini mulai dengan menetapkan tujuan organisasi, merumuskan strateji dan kebijakan dan mengembangkan rencana terperinci esuai dengan strateji untuk mencapai hasil akhir atau kinerja organisasi. Perencanaan stratejik sebagai suatu poses berpikir, oleh karena itu perencanaan stratejik merupakan proses berpikir sistematik.

Perencanaan pada dasarnya merupakan jangkauan masa depan dari keputusan yang dibuat sekarang.

  • Perencanaan stratejik bukan merupakan suatu produk akhir melainkan suatu proses yang terus berlangsung.
  • Perencanaan stratejik menperhitungkan langkah langkah yang akan diambil oleh pimpinan eksekutif Eselon II dan oleh manajer manengah, juga menyediakan langkah alternatif yang mungkin sesuai dengan perkembangan yang akan dihadapi masa datang.
  • Inti sari perencanaan stratejik adalah pengenalan secara sistematik peluang peluang dan ancaman dimasa depan, dimana dengan pilihan alternatif dengan langkah yang tepat dapat memilih prioritas yang menguntungkan bagi kegiatan organisasi eselon II.
  • Perencanaan stratejik merupakan suatu proses. Proses ini dmulai dengan menggariskan sasaran sasaran dari orgnisasi (misalnya pelayanan periijinan,), merumuskan strateji dan kebijakan yang diperlukan dan mengembangkan rencana rencana terperinci sesuai dengan strateji untuk mencapai hasil akhir yang diharapkan.
  • Perencanaan stratejik merupakan suatu sikap, karena meminta suatu kebiasaaan dan keharusan untuk bekerja berdasarkan proyeksi masa depan artinya harus dilakukan secara teratur, jadi merupakan proses berpikir dari para pimpinan unit organisasi perangkat daerah.dan pegawai yang harus diterapkan.
  • Sistem perencanaan stratejik mengaitkan tiga jenis rencana sekaligus, yaitu rencana stratejik, rencana jangka menengah (program dan rencana tindak termasuk rencana anggaran jangka pendek dan rencana operasional).
  • Perencanaan stratejik merupakan kegiatan kegiatan yang harus dilakukan untuk pencapaian target dan cara-cara yang harus ditempuh untuk mencapai Visi dengan mempertimbangkan waktu tertentu, potensi dan kendala.
  • Rencana ini dapat berupa paket-paket program yang pelaksanaannya menjamin tercapainya misi berdasarkan prioritas.
  • Sebagai sebuah rencana maka renstra mencakup hal-hal fundamental seperti visi, misi, tujuan, sasaran, peran organisasi, program, fasilitas, sumberdaya, dan kombinasinya.
  • Renstra disusun berdasarkan urgensi masalah yang diharapkan dapat diselesaikan segera.

Tingkat urgensi tersebut diukur melalui sifatnya yang menentukan, dampaknya yang luas, dan merupakan prioritas kelompok. Renstra harus dirumuskan secara spesifik, jelas, ringkas, dan padat untuk dijabarkan dalam rencana tindak.

Rencana stratejik adalah cetak biru yang memungkinkan pejabat pimpinan organisasi untuk mencocokkan kekuatan dan kelemahan organisasi terhadap peluang dan ancaman lingkungan

Pengambilan keputusan ialah suatu proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Proses itu untuk menemukan dan menyelesaikan masalah organisasi. Pengambilan keputusan memerlukan serangkaian tindakan dan membutuhkan beberapa langkah. Dalam manajemen atau dalam kehidupan organisasi seri tindakan itu banyak tercermin dalam berbagai diskusi antara pimpinan dengan stafnya.

Pengambilan keputusan harus dipahami dalam dua pengertian, yaitu: (1) penetapan tujuan yang merupakan derivasi dari cita-cita dan aspirasi. Dan (2) pencapaian tujuan melalui implementasinya. Untuk sampai pada keputusan dapat menggabungkan dua pandangan yaitu: 1) Optimasi, dimana diperhitungkan untung rugi dari setiap alternatif, dan konsekuensinya atau dampaknya.dan 2) Stastfying, hal ini dapat terjadi karena tidak memiliki informasi yang lengkap atau kurang memahami kajian atau dampak yang akan timbul, sehingga tidak memiliki dasar yang akurat dalam memilih alternatif, maka akan memilih alternatif yang paling memuaskan.

Keputusan merupakan kesimpulan yang dicapai sesudah dilakukan kajian berbargai pertimbangan, dimana akan dipilih satu kemungkinan algternatif, sedangkan altrnatif lainnya disisihkan. Untuk mengambil keputusan melalui prosedur, dimana pembuat keputusan mengidentifikasi masalah, mengklarifikasi tujuan-tujuan khusus yang diinginkan, memeriksa berbagai kemungkinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dan mengakhiri proses itu dengan menetapkan pilihan bertindak. Jadi keputusan didasarkan atas fakta dan nilai, tetapi sering nilai ini diabaikan.

Jenis keputusan. Dalam kaitan ini ada beberapa jenis keputusan: (1) Keputusan tentang tujuan, cita cita yang dibuat oleh penanggung jawab tertinggi dalam organisasi yang kompleks; (2) Keputusan stratejik yang mempersoalkan apa yang dapat dibuat untuk mencapai tujuan; (3) Keputusan taktis yang mengarah pada bagaimana melaksanakan keputusan stratejik, dan jangka waktunya lebih pendek, tetapi mempunyai implikasi jangka panjang, (4) Keputusan Operasional. Keputusan ini nampak terkait dengan tingkatan manajemen dalam suatu organisasi. Dengan demikian ada Eselonisasi dalam pembuatan keputusan.

Tujuan Stratejik. Strateji penting dipahami oleh setiap eksekutif, dan manajer. Hal ini harus dihayati karena strateji dilaksanakan oleh setiap orang pada setiap tingkat, bukan hanya pejabat tinggi atau direktur saja. Tujuan stratejik digunakan untuk merumuskan perubahan perubahan stratejik yang diinginkan dengan menyusun:

  • Rencana organisasi dangan maksud untuk menambah, memperluas atau memperbesar jasa pelayanan kepada kelompok masyarakat.
  • Rencana perbaikan dengan maksud melaksanakan lebih awal, lebih baik, lebih murah, lebih efektif dengan mutu lebih tinggi.
  • Rencana yang inovatif dengan maksud melaksanakan sesuatu yang baru lain dari pada yang lain. Rencana yang adaptif dengan maksud menyesuikan bahwa pelayanan atau produk mencerminkan kebutuhan masyarakat dan kecenderungan perubahan yang terjadi masyarakat.

2. Proses Pengambilan Keputusan Stratejik

Keputusan stratejik berarti pilihan stratejik, pilihan dari beberapa altenatif stratejik. Pilihan itu berupa ketetapan mengenai aspirasi aspirasi strateji yang realistik, keinginan yang rasional dan dapat direalisasikan. Stratejik berkaitan dengan lingkungan eksternal. Keputusan stratejik ialah merumuskan hubungan organisasi dengan lingkungannya.

Keputusan stratejik adalah keputusan yang mengandung risiko besar. Sekali keputusan itu dibuat maka akan mempunyai dampak luas bagi organisasi. Bisa dibayangkan bila seorang pemimpin puncak unit organisasi mengadakan perombakan struktur organisasi yang dipimpinnya. Banyak orang ditentukan nasibnya melalui perombakan struktur tersebut. Ada yang merasa diuntungkan karena memperoleh posisi baru, sebaliknya ada yang tinggal gigit jari karena tergeser dari jabatan semula dan tidak memperoleh jabatan dalam struktur baru tersebut. Hal demikan tidak membawa pengaruh terlalu besar bagi organisasi. Pengaruh yang fatal adalah kalau struktur baru itu sama sekali tidak mendukung pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Misalnya, tidak tersedia unit kerja untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu guna menyukseskan misi organisasi. Atau, struktur itu terlalu luas yang mungkin dimaksudkan memberi posisi bagi banyak orang tetapi akhirnya berakibat pemborosan yang terlalu banyak, sedangkan sumber dana organisasi sangat terbatas.

Dengan demikian, suatu proses yang berupa langkah-langkah esensial perlu selalu dipertimbangkan dalam membuat keputusan-keputusan stratejik. Sebagai pedoman proses pengambilan keputusan yang merupakan rangkuman berbagai model proses pengambilan keputusan, yang dianggap memadai untuk bahan pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :

Fase I. Identifikasi, terdiri atas satu langkah:

1.Evaluasi terhadap kinerja organisasi sekarang, evaluasi tujuan dan sasaran organisasi serta perumusan masalah,

Fase II. Pengembangan, terdiri atas tiga langkah,

  1. Menyimak dengan seksama faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan internal dan kemudian memilih faktor-faktor stratejik berupa kekuatan dan kelemahan organisasi,
  2. Menyimak dengan seksama faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan eksternal dan kemudian memilih faktor-faktor stratejik berupa peluang dan ancaman atau tantangan,
  3. Menganalisis SWOT lingkungan eksternal dan kemudiar. Memilih faktor-faktor stratejik berupa peluang dari ancaman-ancaman atau tantangan,

Fase III. Penyelesaian, terdiri atas empat langkah:

  1. Review tujuan dan sasaran organisasi,
  2. Perumusan alternatif-alternatif stratejik,
  3. Memilih alternatif stratejik, yaitu yang dijadikan keputusan,
  4. Otorisasi keputusan stratejik.

Fase IV. Implementasi dan Evaluasi, terdiri atas dua langkah

  1. Implementasi keputusan stratejik,
  2. Evaluasi dan kontrol.

Langkah pertama sampai langkah delapan sebagai langkah perumusan strateji karena keputusan stratejik tidal lain strateji organisasi..

3. Ciri ciri Keputusan stratejik

Ciri utama dari keputusan stratejik adalah:

  • Tidak terstruktur dan non rutin. Keputusan stratejik tidak dibuat dengan cara-cara pengambilan keputusan dengan aturan pengambilan keputusan biasa, bahkan dengan menggunakan fomula, seperti model matematis,
  • Keputusan stratejik memegang peranan sentral bagi organisasi karena mengandung komitmen yang sangat luas tentang sumberdaya, dan kemungkinan resiko yang besar,
  • Keputusan stratejik pada umumnya sangat kompleks, sehingga tidak menarik untuk dipelajari,
  • Memiliki kelainan sendiri karena keputusan stratejik sangat jarang dilakukan,
  • Selain melibatkan sumber daya yang besar juga sangat kompleks, salah satu kekompleskannya dengan keterlibatan sejumlah orang dalam proses pengambilan keputusan. Semakin banyak orang yang terlibat semakin kompleks permasalahannya yang dihadapi oleh setiap orang yang berperan serta,
  • Memiliki konsekuensi yang besar, menyangkut kehidupan organisasi secara keseluruhan,
  • Selalu mendahului, karena mendahului keputusan berikutnya lebih mudah dibuat karena telah ada payungnya.

4. Komponen Keputusan Stratejik

Kawasan pertama, Keputusan harus pertama-tama berkaitan dengan hakekat mendasar dari suatu organisasi. Dari sana akan muncul keputusan keputusan yang lain. Pada tingkat mendasar suatu keputusan stratejik harus menetapkan misi Sentral atau misi Fundamental. Organisasi selalu memiliki tujuan umum serta prinsip prinsip organisasi dari keputusan stratejik pertama Misi harus menjelaskan secara umum peranan organisasi dalam pembangunan masyarakat.

Kawasan kedua, adalah Kelompok masyarakat yang akan dilayani oleh oganisasi, atau target group yaitu kelompok yang akan memperoleh manfaat dari program aktivitas organisasi, kebutuhan kelompok yang dilayani.

Kawasan ketiga, ialah tujuan dan sasaran. Suatu keputusan stratejik harus menetapkan apa yang ingin dicapai oleh organisasi melalui berbagai program. Tujuan harus jelas dalam bentuk tujuan umum (goals) dan tujuan khusus atau sasaran.

Kawasan keempat, adalah program dan pelayanan harus diuraikan jenis program serta aktivitas administrasi yang perlu dilakukan yang perlu ditawarkan kepada masyarakat untukmencapai tujuan. Prioritas program harus ditampilkan.

Kawasan kelima, adalah yang berkaitan dengan wilayah pelayanan secara geografis, yaitu daerah daerah pelayanan dimana diklasifikasi prioritas pelayanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Kawasan keenam, adalah keunggulan komparatif. Keputusan stratejik perlu memberikan perhatian pada keuntungan keuntungan komparatif yang diperoleh dari pelayanan yang ditawarkan kepada masyarakat. Hal ini dapat dibandingkan dengan pelayanan yang diberikan oleh organisasi lain. Oleh karena tujuan dan sasaran organisasi dirumuskan dan ditetapkan oleh manajemen puncak, keputusan stratejik memiliki peranan yang sangat besar dalam mengendalikan suatu organisasi yang mempengaruhi keseluruhan tubuh organisasi dan lngkungan tempat organisasi berada. Dengan demikian ada komponen keputusan stratejik yang memberi makna bagi keputusan stratejik, yaitu:

  1. Harus dibuat oleh pembuat keputusan tigkat tinggi,
  2. Dibuat untuk mencapai tujuan, sasaran organisasi,
  3. Dibuat setelah memperhitungkan kemampuan internal,
  4. Memperhitungkan nilai-nilai dan karakteristik pribadi dari pembuat keputusan,
  5. Mempertimbangkan lingkungan eksternal,
  6. Ada hubungan antar berbagai variabel eksternal dan internal,
  7. Pilihan yang dilakukan atas dasar beberapa alternatif stratejik,
  8. Mengandung makna persaingan atau kompetitif,

Keputusan stratejik ialah pilihan (tidak terprogram oleh pembuat keputusan tingkat tinggi mengenai serangkaian tindakan diantara berbagai alternatif yang tersedia yang dirancang untuk mencapai tujuan organisasi melalui hubungannya yang efektif dengan lingkungan.

Rangkuman

Pengambilan keputusan ialah suatu proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Proses itu untuk menemukan dan menyelesaikan masalah organisasi. Pengambilan keputusan memerlukan serangkaian tindakan dan membutuhkan beberapa langkah.

Keputusan stratejik berarti pilihan stratejik, pilihan dari beberapa altenatif stratejik. Stratejik berkaitan dengan lingkungan eksternal, keputusan stratejik ialah merumuskan hubungan organisasi dengan lingkungannya. Keputusan stratejik adalah keputusan yang mengandung risiko besar. Keputusan stratejik memiliki ciri ciri khusus dan memiliki komponen dan kawasan. Keputusan stratejik memiliki peranan yang sangat besar dalam mengendalikan suatu organisasi yang mempengaruhi keseluruhan tubuh organisasi dan lingkungan tempat organisasi berada.

Diklat Teknis LAN

About these ads

Tentang Ali Sadikin Wear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 587 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: